Grab di Bengkulu Ditutup, Ini Penjelasan Kadis Kominfo

sukakoding.com

Terkait beredarnya surat dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu , yang meminta ditutupnya/non aktifkan (offline) angkutan dengan aplikasi (Grab) yang tidak/belum berizin di Bengkulu. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, Eddy Prawisnu S.H, M.Hum, Eddy Prawisnu memberikan penjelasannya.

Menurut Eddy, penutupan angkutan beraplikasi itu merupakan hasil hearing Dinas Kominfo dengan perwakilan 5 Angkot (Angkutan Kota) 5 warna di Kota Bengkulu, Senin (13/08/18).

”Jadi, hasil pertemuan itu, mereka (perwakilan 5 angkot Warna) meminta ditutupnya aplikasi Grab secara permanen,” terang Eddy Prawisnu kepada Bengkuluekspress.com di Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu Selasa (14/08/18).

Eddy menerangkan, terkait adanya aspirasi para sopir Angkot itu, Dinas Kominfo di Provinsi Bengkulu, hanya menyampaikan surat ke Kementerian Kominfo. Karena kewenangan tersebut ada di Kementrian Kominfo bukan di pemerintah provinsi.

“Kita sampaikan keinginan dari 5 angkot warna di Provinsi Bengkulu, yang menginginkan Grab tidak ada di Bengkulu,” tukasnya.

Terkait penutupan, Kominfotik menyebut kewenangan tersebut bukan pada dinas tapi merupakan kewenangan pihak Kementerian.

Kepala Dinas Kominfotik, Edy Prawisnu melalui Sektretarisnya Ferri Ernes membenarkan surat tersebut.

“Sesuai dengan isi surat di awal, berdasarkan hasil hearing dan surat Kadishub, Diskominfotik meminta Pimpinan Perusahaan Aplikasi Grab yang ada di Bengkulu untuk menonaktifkan aplikasi karena sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh Kadishub. Perwakilan Angkot 5 warna minta Dinas Kominfotik untuk langsung menutup Grab di Bengkulu, namun disampaikan bahwa hal tersebut bukan kewenangan Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu. Diskominfotik menampung aspirasi dengan akan bersurat ke Kementerian Kominfo RI utk meng-offline-kan Grab di Provinsi Bengkulu dengan pertimbangan bahwa Grab di Provinsi Bengkulu belum ada perizinan sesuai info dari Dishub,” jelas Ferri.

Baca Juga:  Samsung KO? Penjualan Samsung Semakin Memburuk Gara-gara Merk Ini. Keterlaluan Kamu

Surat yang dilayangkan Pemprov Bengkulu melalui Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Kominfotik) kepada Pimpinan Grab Indonesia, Senin (13/8)

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) angkot 5 warna, Endang membenarkan bahwa Kominfotik telah melayangkan surat penghentian izin operasi Grab di Bengkulu.

“Yah, memang benar ada surat dari kominfo yang menyatakan bahwa Grab ini sudah dipastikan ditutup, apabila ada yang melanggar nanti akan dibawa ke dinas-dinas terkait atau ke DPR langsung,” ujar Endang. [Yoma]

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.