#2. Tutorial HTML Dasar – Sejarah HTML (Bahasa Indonesia)

sukakoding.com

Kapan Sih HTML Diciptakan? Dan Apa Alasanya?

Apa ini pertanyaan yang ada di benak kalian saat pertama kali belajar HTML? jika iya berarti kalian luar biasa karena kalian sangat kritis terhadap sesuatu. Ini adalah tutorial lanjuatan dari artikel sebelumnya tentang  #1. Tutorial HTML Dasar – Pengenalan (Bahasa Indonesia) jadi ada baiknya kalian baca dulu agar nyambung dengan penjelasanya. Bagi kalian yang sudah membaca silahkan dilewati.

Sejarah HTML

HTML diciptakan oleh Tim Berners-Lee pada 6 Agustus 1991 saat bekerja untuk CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir). Selain HTML Beliau juga yang menciptakan Jaringan Perangkat lunak, Web Browser pertama, Web Server pertama dan Halaman Web Pertama.

Saat pertama kali diciptakan HTML hanya memiliki 18 elemen yang bertahan sampai HTML versi 4.

sukakoding.com

Untuk melihat bentuk dari halaman web pertama dapat kalian lihat di http://info.cern.ch/hypertext/WWW/TheProject.html .

Sampai saat ini versi terakhir dari HTML adalah HTML5 yang cukup menggemparkan dunia dengan powerfull-nya.

Sejarah Versi HTML

6 Agustus 1991

HTML 1.0 Pertama diluncurkan dengan 18 elemen awal.

24 November 1995

HTML 2.0 dipublikasikan sebagai IETF RFC 1866. Penambahan RFC memperbanyak kemampuan untuk:

    • Mengunggah file berdasarkan
    • Tag untuk membuat tabel
    • Peta gambar berbasis klien

14 Januari 1997

HTML 3.2 dipublikasikan oleh W3C. Versi ini merupakan versi pertama yang dikembangkan dan distandarisasi secara khusus oleh Konsorsium World Wide Web, sebagaimana IETF sudah menutup kelompok kerja HTMLnya pada 12 September, 1996.

Pada awalnya disebut “Wilbur”, HTML 3.2 menghilangkan rumus matematika sama sekali yang sedang berkonsiliasi atas kasus tumpang tindih antara berbagai kepemilikan dan mengadopsi sebagian besar tanda markah visual dari Netscape. Elemen kedip dari Netscape dan elemen marquee besutan Microsoft dihilangkan karena kesepakatan bersama antara kedua perusahaan. Sebuah markup untuk rumus matematika serupa dengan yang ada dalam HTML tidak memiliki standar sampai 14 bulan kemudian di MathML.

18 December 1997

HTML 4.0 dipublikasikan sebagai rekomendasi W3C. Versi ini memiliki 3 variasi, yaitu:

  • Ketat, di mana elemen terdeprekasi dilarang.
  • Transisional, di mana elemen terdeprekasi diperbolehkan.
  • Frameset, di mana sebagian besar hanya elemen yang berkaitan dengan frame diperbolehkan.
Baca Juga:  #0 Tutorial Codeigniter - Pengenalan (Bahasa Indonesia)

 4 Maret 2010

HTML 5.0 diluncurkan

HTML 5 adalah sebuah prosedur pembuatan tampilan web baru yang merupakan penggabungan antara CSS, HTML itu sendiri dengan JavaScript.

Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh HTML5 adalah:

Cleaner code

Karena sebagian besar kode telah termasuk di dalam sintaks HTML5, maka kode nampak terlihat lebih sederhana daripada penggabungan antara HTML, CSS dan Java Script.

Greater consistency

HTML5 telah melakukan banyak sekali penambahan sintaks yang dibuat dalam struktur lebih baik dan lebih sederhana daripada sintaks-sintaks sebelumnya. Hal ini membuat developer terbantu dalam meningkatkan konsistensi dalam membangun sebuah web.

Improve Semantics

Berbagai elemen kode di dalam HTML5 yang telah distandarisasi, maka nilai semantik dari sebuah web dapat lebih ditingkatkan. Itu berarti bahwa bagian-bagian dari web seperti header, nav, footer dan beberapa bagian lainnya terdefinisi dengan jelas maksud serta tujuannya. Selain itu juga terbentuk dalam sebuah “machine readible format”.

Improved Accessibility

Teknologi HTML5 yang memudahkan struktur pembangunan sebuah web, maka developer dapat membangun pemahaman yang lebih detil mengenai halaman web.

Client-side Database

HTML5 menyediakan model database SQL yang baru dengan API yang dapat dibangun dalam konsep lokal, dalam hal ini di sisi client.

Geolocation

HTML5 mempunyai API yang terintegrasi terhadap geolocation, fasilitas tersebut dapat diakses melalui GPS atau fasilitas lain seperti Google Latitude pada iphone.

Offline Aplication Cache

Pengguna dapat terus melakukan interaksi dengan aplikasi meskipun mereka terputus dari jaringan internet.

Smarter Forms

Terdapat semacam reguler expression (regex) yang membuat form mampu mengenali secara lebih baik tentang input, validasi data dan interaksi dengan elemen lain (misal : format email, password dll)

Baca Juga:  #1. Tutorial HTML Dasar - Pengenalan (Bahasa Indonesia)

Sharper focus on Web Application Requiments

HTML5 membuat sebuah mekanisme yang lebih mudah dalam hal pembuatan front end, aplikasi chat, tools drag and drop, video player, pengolah grafis dan masih banyak lagi.

Alasan HTML Diciptakan

HTML sendiri diciptakan untuk memenuhi kebutuhan para ilmuwan CERN yang pada saat itu kesulitan untuk memanage dokumen dan membagikan riset nya. Maka Tim Berners-lee mengajukan usulan ke CERN untuk membuat Dokumen HTML yang akhirnya dibantu oleh Robert Calliliau. Tanpa disadari kini gagasan tersebut malah menjadi gagasan paling menakjubkan dalam dunia teknologi. Berkat Tim Berners-Lee kalian bisa cari tugas sekolah, facebookan tiap hari, bully orang disosmed 😀 dll.

Awal Terbentuknya W3C

World Wide Web Consortium dibentuk pada akhir tahun 1994 untuk memenuhi potensi Web melalui pengembangan standar terbuka. Mereka memiliki minat yang kuat dalam HTML. Sama seperti sebuah orkestra menekankan pada musisi terbaik, sehingga konsorsium merekrut banyak nama-nama yang paling terkenal dalam komunitas Web. Dipimpin oleh Tim Berners-Lee, di sini hanya beberapa pemain di band hari ini (1997):

sukakoding.com

Anggota W3C dari kiri ke kanan adalah Henrick Frystyk Neilsen, Anselm Baird-Smith, Jay Sekora, Rohit Khare, Dan Connolly, Jim Gettys, Tim Berners-Lee, Susan Hardy, Jim Miller, Dave Raggett, Tom Greene, Arthur Rahasia, Karen MacArthur.

  • Dave Raggett pada HTML; dari Inggris.
  • Arnaud Tidak termasuk salah satu HTML; dari Perancis.
  • Dan Connolly pada HTML; dari Amerika Serikat.
  • Henrik Frystyk Nielsen pada HTTP dan memungkinkan Web untuk pergi lebih cepat; dari Denmark.
  • Håkon Lie pada style sheet; dari Norwegia. Dia terletak di Perancis, bekerja di INRIA.
  • Bert Bos pada style sheet dan tata letak; dari Belanda.
  • Jim Miller pada menyelidiki teknologi yang dapat digunakan dalam rating konten halaman Web; dari Amerika Serikat.
  • Chris Lilley pada style sheet dan dukungan font; dari Inggris.
Baca Juga:  #5. Tutorial HTML Dasar - Ngoding Dengan Tag Dan Atribute HTML ( Bahasa Indonesia).

Konsorsium W3 berbasis di bagian di Laboratorium Ilmu Komputer di Massachusetts Institute of Technology di Cambridge, Massachusetts, di Amerika Serikat; dan sebagian di INRIA, para Institut Nasional de Recherche en Informatique et en Automatique , sebuah lembaga penelitian pemerintah Perancis. Konsorsium W3 juga terletak di bagian di Keio University di Jepang. Anda dapat melihat halaman Web Consortium pada `www.w3.org’.

Konsorsium ini disponsori oleh sejumlah perusahaan yang secara langsung manfaat dari bekerja pada standar dan teknologi lainnya untuk Web. Perusahaan-perusahaan anggota termasuk Digital Equipment Corp .; Hewlett-Packard Co .; IBM Corp .; Microsoft Corp .; Netscape Communications Corp .; dan Sun Microsystems Inc., di antara banyak lainnya.

Itulah sejarah singkat tentang HTML dan W3C semoga b ermanfaat. Admin minta maaf jika ada kesalahan baik penulisan, pemikiran ataupun penjelasan.

What’s Next?

Pertemuan selanjutnya kita akan mulai ngoding dengan tag tag yang paling dasar supaya kalian yang baru belajar bisa memahami dengan baik.

Baca Juga:

Apa Itu Gradle?

3 Balasan pada “#2. Tutorial HTML Dasar – Sejarah HTML (Bahasa Indonesia)”

  1. Pingback: #3. Tutorial HTML Dasar - Membuat Aplikasi Hello World (Bahasa Indonesia) - Suka Koding

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.